Select Page

Cikarang kue keranjang – Kue keranjang atau disebut juga dengan nama Niaon Gao, dan dicetak dalam wadah berbentuk keranjang, merupakan kue yang bahan bakunya terbuat dari campuran gula dan tepung beras ketan. Kue keranjang ini memiliki tekstur kenyal dan juga lengket. Kue yang satu ini adalah salah satu makanan khas saat perayaan imlek. Jadi saat perayaan imlek tiba, biasanya warga Tionghoa berburu kue keranjang.

Kue yang memiliki kemasan bulat dan silinder ini biasanya akan dijumpai dan sering menghiasi pasar, supermarket, dan pusat-pusat perbelanjaan saat perayaan Tahun Baru China. Kue ini memiliki rasa manis, dengan kenikmatan yang tentunya tak boleh Anda lewatkan. Belum lagi, kue keranjang tidak hanya sekedar makanan yang biasanya dikonsumsi ketika Imlek saja. Anda juga bisa mendapatkannya di toko oleh-oleh CIkarang Kue Keranjang.
Fakta Menarik Tentang Kue Keranjang
Dibalik kelezatan rasanya, ternyata kue keranjang menyimpan beberapa fakta menarik, berikut ini :

1. Asal Usul Namanya

Kue keranjang adalah kuliner asli dari Tionghoa. Jika dilihat dari namanya, Nian Giao sebagai nama asli dari kue keranjang, artinya adalah kue dan tahun.

2. Susunan Kue Bertingkat

Menurut dialek Hokkian sendiri, Ti Kwe artinya ”kue manis”, dengan pelafalan yang terdengar mirip dengan kata “tinggi”, karenanya kue ini disusun bertingkat-tingkat atau sampai tingkat tinggi. Adapun penyusunan yang makin mengecil ke atas ini mempunyai arti kemakmuran atau peningkatan rezeki.

3. Hidangan Pembuka yang Penuh Keberuntungan

Di Tiongkok itu sendiri biasanya ada kebiasaan menyajikan kue keranjang lebih dulu saat perayaan Imlek atau Tahun Baru China untuk memperoleh keberuntungan pekerjaan. Kemudian baru diperbolehkan menyantap nasi.

4. Tepungnya yang Lengket

Kue keranjang selalu dipenuhi filosofi, tak terkecuali dalam hal teksturnya. Bahan baku kue keranjang dari tepung beras ketan ini memang memiliki sifat yang lengket. Tapi sebenarnya, dibalik bahan bakunya ada makna persaudaraan saling menyatu dan sangat erat. Rasa manisnya yang berasal dari gula serta terasa legit, menggambarkan sukacita, kegembiraan, menikmati keberkatan serta selalu berusaha untuk memberikan segala yang terbaik bagi kehidupan.

5. Bisa Dibuat Menjadi Aneka Kue Lainnya

Kue berbentuk keranjang yang sering kita lihat, nyatanya dapat dijadikan sebagai bahan utama pembuatan kue lainnya. Seperti kue bola ubi, kelapa parut, sampai kue keranjang santan. Tak hanya itu saja, ada juga kreasi fusion yang bisa diaplikasikan seperti halnya puff pastry dengan memakai bahan baku kue keranjang.

6. Pembuatan Memakan Waktu 12 Jam

Seperti halnya pembuatan dodol yang memerlukan kesabaran dalam pembuatannya. Kue keranjang juga memerlukan kesabaran dalam pembuatannya, mengingat waktu pengerjaannya pun sampai menghabiskan waktu selama 11-12 jam. Ini tentu saja dalam pembuatannya memerlukan kehati-hatian, sehingga tak semua orang dapat melakukannya. Jika tidak hati-hati, maka permukaannya bisa saja terlalu keras atau terlalu lembek.

7. Hanya Memiliki Satu Warna

Jika kita lihat kembali, kue keranjang ternyata hanya mempunyai satu warna saja. Hal ini dikarenakan bahan dasar yang dipakainya, yaitu gula aren dan tepung ketan. Karenanya, warna kue keranjang mirip sekali dengan dodol garut yang berwarna coklat.
Jadi, nama kue keranjang sendiri tidak hanya kudapan yang biasa dimakan saat imlek saja, tetapi juga memiliki 7 fakta menarik yang bisa membuat Anda semakin tertarik untuk membelinya. Kue ini juga bukan kue biasa, sebab kue keranjang merupakan sajian yang turun temurun dan dijadikan sebagai makanan sembahyangan. Walaupun kue ini mirip sekali dengan dodol, tapi keduanya tentu mempunyai perbedaan.

Dilihat dari bentuknya sendiri, kue keranjang berwarna merah kecoklatan yang rasanya legit, kenyal dan manis. Cara menikmati kue keranjang juga cukup beragam. Biasanya ada yang menyantapnya secara langsung, ada pula yang digoreng terlebih dulu kemudian dicampur menggunakan telur.
Kue keranjang ini juga bisa disimpan dalam waktu yang lama, bahkan jika dijemur bisa membuat teksturnya lebih keras dan awet seperti batu. Sebelum kue ini menjadi keras, bisa disajikan langsung, namun biasanya jika sudah mengeras bisa diolah lebih dulu memakai campuran telur dan tepung lalu digoreng dan disantap hangat-hangat. Bisa juga kue ini dijadikan bubur lalu ditambahkan dengan bumbu-bumbu sesuai selera. Anda bisa mendapatkan kue ini di pusat oleh-oleh Cikarang Kue Keranjang

 

Daftar Tempat Kue di Cikarang Food Square

Call Now
WhatsApp